Review Buku A Travelogue: Aceh – Germany – Europe

 

Buku A Travelogue: Aceh – Germany – Europe (sumber: doc. pribadi)


Die Wissenschaft hat keine Lösung für das oberste Geheimnis der Natur. Und das liegt daran, dass in der letzten Analyse sind wir selbst ein Teil des Geheimnisses, dass wir versuchen zu lösen.


Science cannot solve the ultimate mystery of nature. And that is because in the last analysis, we ourselves are a part of the mystery that we are trying to solve.

Ilmu pengetahuan tidak punya jawaban atas misteri tertinggi alam semesta. Karena, dalam analisis terakhir, kita (manusia) adalah bagian dari rahasia itu, yang kita masih terus cari jawabannya.

(Max Planck, Ilmuwan Jerman, 1858-1947)

Tajak beutroh-takalon beudeuh Bek rugoe meuh-atee sake.

Berjalanlah sampai ke batas-lihatlah sampai jelas Jangan sampai rugi emas-hatipun sakit.

(Hadih Maja Aceh)


A Travelogue: Aceh-Germany-Europe merupakan buku yang disunting oleh Saiful Akmal, Rifki Furqan, dan Woro Lestari. Terbit pada tahun 2014 dengan tebal buku 324 halaman, buku ini menghadirkan kisah nyata mahasiswa Aceh yang menempuh pendidikan di Jerman dan berbagai negara Eropa lainnya.


Buku ini tidak hanya berisi catatan perjalanan, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi mahasiswa yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri. Para penulis berbagi pengalaman tentang perjuangan memperoleh beasiswa, beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi perbedaan budaya, bahasa, cuaca, hingga tantangan kehidupan sebagai mahasiswa perantauan.


"Ta peu beuet beu sunggoh-sunggoh tapiyoch bak tempat nyang na"

"Mengerjakan sesuatu haruslah sungguh-sungguh kita berhenti (sejenak) di tempat yang ada."

(Hadih Maja Aceh)

"Nothing great in the world has ever been accomplished without passion."

"Tidak ada yang hebat di dunia ini yang dicapai tanpa adanya semangat."

(Friedrich Hegel, Be jarawan Jerman, 1770-1831)


  1. Isi Utama Buku

1. Tips Mendapatkan Beasiswa

Buku menjelaskan berbagai sumber informasi beasiswa, mulai dari lembaga pemerintah Indonesia seperti situs beasiswaindo.com yang menyediakan informasi beasiswa umum dan mailing list untuk memburu beasiswa. Beberapa program beasiswa resmi pemerintah Indonesia yaitu: balitbang.kominfo.go.idlpdp.depkeu.go.id, dan ds5k.kemdiknas.go.id. Dan beberapa beasiswa Luar Negeri seperti, DAAD (Jerman): Lembaga resmi pertukaran pelajar Jerman yang memiliki kantor di Jakarta daadjkt.org, Baden-Württemberg: bw-stipendium.deErasmus Mundus (Uni Eropa): Beasiswa yang memungkinkan penerimanya kuliah di lebih dari satu negara Eropa dalam satu program eeas.europa.eu Pembaca juga diberikan strategi membangun jaringan akademik dan mencari supervisor untuk studi lanjut.


2. Adaptasi di Lingkungan Baru

Mahasiswa dianjurkan mempersiapkan diri dengan mencari tahu tempat-tempat yang di butuhkan misal kampus, tempat tinggal, swalayan, warung makanan halal, tempat ibadah, kantor imigrasi, toko isi pulsa, sistem transportasi, perbankan, serta lingkungan kampus sebelum berangkat. Pengetahuan awal mengenai budaya dan kehidupan sehari-hari di Eropa dianggap penting untuk mempercepat proses adaptasi.


3. Menjaga Kehidupan Islami di Eropa

Buku memberikan panduan menemukan masjid, komunitas mahasiswa muslim, serta akses terhadap makanan halal. Bagian ini menunjukkan bahwa menjalankan ibadah dan mempertahankan identitas keislaman tetap memungkinkan meskipun tinggal di negara minoritas muslim.


4. Menyeimbangkan Kuliah dan Traveling

Penulis menekankan pentingnya manajemen waktu dan prioritas akademik. Liburan semester dimanfaatkan sebagai kesempatan menjelajahi Eropa tanpa mengabaikan tugas dan tanggung jawab perkuliahan.


5. Tips Backpacker Hemat

Salah satu bagian paling menarik adalah berbagai strategi traveling murah, seperti memanfaatkan tiket promo, transportasi kelompok, hostel, couchsurfing, serta membawa perlengkapan secukupnya. Pembaca diajak menikmati perjalanan secara sederhana namun bermakna.


"Ureung areh han tom kanjai Ureung Meu-akai han tom binasa"

"Orang yang berilmu tidak akan pernah hina Orang berpikir tidak akan pernah binasa."

(Hadih Maja Aceh)

"Intelligenz ist eine moralische Kategorie."

"Kecerdasan adalah bagian dari (kategori) moralitas."

(Theodor Adorno, Filsuf Jerman, 1903-1969)


B. Nilai dan Pesan yang Disampaikan

Buku ini mengajarkan bahwa menuntut ilmu di luar negeri bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter, kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan wawasan global. Berbagai kutipan tokoh dunia dan Hadih Maja Aceh yang disisipkan memperkuat pesan bahwa kesungguhan, kecerdasan, dan semangat belajar merupakan kunci kesuksesan.


"Laen uteun laen peulandok Laen nanggroe laen acok Laen uteun laen peulandok"

"Lain negeri lain pula sikapnya" 

(Hadih Maja Aceh)

"Alle wirklich großen Gedanken sind zu Fuß konzipiert."

"Semua ide-ide besar itu terkonsep dengan berjalan."

(Friedrich Nietzche, Filosof Jerman, 1844-1900)


C. Kesimpulan

A Travelogue: Aceh – Germany – Europe merupakan kombinasi antara memoar, panduan studi luar negeri, dan catatan perjalanan yang inspiratif. Buku ini sangat bermanfaat bagi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke Eropa, khususnya Jerman. Melalui kisah-kisah nyata para mahasiswa Aceh, pembaca memperoleh gambaran realistis tentang tantangan dan peluang belajar di luar negeri sekaligus motivasi untuk berani bermimpi dan meraih pendidikan yang lebih tinggi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baitullah di Hati, Istanbul di Jiwa

Cerita Syahrul Gama Mubarak: Kehangatan di Tengah Jauh dari Kampung Halaman

Merajut Renyahnya Tradisi: Bergerak Bersama JNE Mengantarkan Sepotong Sejarah Nagan Raya